![]() |
| Potret : Agam Rinjani beserta rekan tim Basarnas saat melakukan penyelamatan korban Gunung Rinjani |
HARIAN KITA 7 – Agam Rinjani yang memiliki nama asli Abdul Haris Agam, pria yang kelahiran makasar 22 Desember 1988 saat ini menggemparkan dunia, dengan menyelamatkan pendaki yang jatuh dari jurang Gunung Rinjani, Sabtu, [21/06/2025]. Abdul Haris Agam yang berprofesi sebagai pemandu juga penjaga Gunung Rinjani memiliki rasa tanggung jawab yang besar dalam menjaga Gunung Rinjani.
Juliana Marinz adalah korban dari jatuhnya pendaki diGunung Rinjani, pada saat melakukan pendakian bersama temannya Juliana Marinz mengalami tragedi dari jatuhnya kejurang Gunung Rinjani, Agam Rinjani setelah mendapatkan kabar tersebut pada saat itu juga bersama rekan timnya melakukan penyelamatan kepada korban tersebut.
Dengan tekat yang kuat Agam Rinjani melakukan penyelamatan terhadap korban yang bernama Juliana Marinz, dengan mengandalkan alat keselamatan juga melilitkan tali ditubuhnya Agam Rinjani kemudian menuruni Gunung Rinjani untuk mencari korban.
Saat menuruni jurang Gunung Rinjani kedalaman 200 Meter, Agam Rinjani belum menemukan korban juga, lalu Agam Rinjani menuruni untuk mencari lebih dalam lagi kurang lebih 600 meter, Agam Rinjani menemukan korban dalam keadaan sudah tidak bernyawa.
“Saat Saya Menemukan Korban Tersebut, Saya Melihat Bahwa Korban Terebut Sudah Tidak Bernyawa, Dengan Keadaan Tangan Yang Patah Juga Ada Sedikit Retakan Dikepala Korban” Ucapnya dalam podcast Deni Sumargo.
Pada saat itu juga dengan kondisi cuaca yang sangat buruk, korban
yang sudah ditemukan belum dapat dibawa naik. Alhasil Agam Rinjani sebagai
penyelamat korban berupaya menginap dijurang Gunung Rinjani bersama dengan
jasad Juliana Marinz Sebagai bentuk niat baiknya serta penghormatan terakhir
kepada korban Gunung Rinjani. Agam Rinjani berniat menjaga jasad korban
tersebut sampai besoknya cuaca dalam kondisi memungkinkan untuk membawa korban
kembali.
